Senin, 06 Februari 2012

Penyakit pada tembakau

Penyakit Tanaman Tembakau
Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan kerugian cukup besar pada tanaman tembakau adalah penyakit lanas, penyakit rebah kecambah, penyakit kerupuk dan penyakit layu bakteri. Secara ringkas diskripsi penyakit-penyakit tersebut adalah sebagai berikut.
Penyakit Rebah Kecambah. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Phytium spp, Sclerotium sp dan Rhizoctonia sp. Penyakit ini pada umumnya menyerang di pembibitan, dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk seperti terjepit, busuk, berwarna coklat dan akhirnya bibit roboh. Penyakit biasanya menyerang didaerah dengan suhu 240C, kelembaban di atas 85 % drainase buruk curah hujan tinggi dan pH tanah 5,2 – 8,5. Penyakit ini dapat diatasi dengan pengaturan jarak tanam pembibitan, disinfeksi tanah sebelum penaburan benih atau penyemprotan pembibitan serta pencelupan bibit sebelum tanam dengan fungisida netalaksil 3 g/liter air Mankozep (2 – 3 g/liter air), Benomil 2 – 3 g/liter air dan Propanokrab Hidroklorida 1 – 2 ml/l air.

Minggu, 05 Februari 2012

KARAKTERISTIK FISIOLOGIS Ralstonia solanacearum PENYEBAB PENYAKIT LAYU BAKTERI NILAM

Penelitian karakteristik Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri nilam telah dilakukan di pertanaman nilam petani di Pasaman Barat Sumatera Barat dan laboratorium serta rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Kegiatan lapangan meliputi identifikasi gejala penyakit dan pengambilan sampel tanaman sakit pada empat kebun nilam terinfeksi penyakit layu bakteri berdasarkan tingkat serangan tertinggi (di atas 75%) yang dilakukan pada bulan Januari 2003. Kegiatan laboratorium dan rumah kaca meliputi isolasi dan pengamatan morfologi bakteri patogen, pengujian hipersensitif, patogenisitas, sifat-sifat bakteriologi, pigmen fluoresen, antibiotik, biovar dan ras patologi yang dilaksanakan pada bulan Januari sampai Agustus 2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan 31 isolat bakteri patogen yang menunjukkan reaksi hipersensitif pada daun tembakau, dan 20 isolat dari isolat tersebut mampu menginfeksi bibit nilam dengan gejala layu seperti gejala di lapangan dengan masa inkubasi menunjukkan gejala 14,6 – 39,0 hari setelah inokulasi (HSI). Isolat Ns 31 adalah isolat paling virulen. Hasil analisis sifat-sifat bakteriologi menyimpulkan isolat bakteri asal nilam dari Pasaman Barat Sumatera Barat adalah Ralstonia solanacearum. Berdasarkan hasil pengujian biovar dan kisaran inang maka isolat tersebut dikelompokkan ke dalam biovar III dan ras satu.

BACTOCYN, fungi plus bakterisida

Obat bactocyn merupakan obat multi fungsi untuk mengobati hama bakteri dan jamur/fungi pada tanaman. Pertimbangan penggunaan: karena formulanya yang multifungsi sehingga dapat menghemat biaya dan waktu dibandingkan untuk menggunakan obat bakterisida dan fungisida secara terpisah. Cara penggunaan: Cabai ,1-2ml/l air. Penyemprotan volume tinggi, aplikasi dilakukan segera setelah terlihat adanya gejala serangan. Tembakau: 1-2ml/ l air. Penyemprotan / penyiraman dilakukan pada saat umur tanaman 14 hari setelah tanam sebanyak 5-6 kali tergantung serangan penyakit, dengan interval 7 hari. Padi: 0,8-1 ml/l air. Penyemprotan volume tinggi, aplikasi di lakukan segera setelah terlihat adanya gejala serangan. Penyakit : cabai= Layu bakteri (ralstonia solanacearum) Tembakau: Layu bakteri ( PSEUDOMONAS SP/ RALSTONIA solanacearum) Bstang berlubang ( erwinia carotovora) padi= bakteri daun bergaris (xanthomonas sp) bercak daun (cercospora sp) busuk batang (helminthosporium sp) hawar pelepah (rhizoctonia solani) blas (pyricularia)